IGA EMPUK KUAH RAWON BUK TIBAN 2

Potongan dadu daging sapi menjadi isian umum kuah rawon. Agar tidak monoton, beberapa orang kemudian memodifikasinya. Salah satunya yakni Halimatus Sa’diah, pemilik Depot Buk Tiban 2.

Menu andalan di depot ini sebenarnya bukanlah rawon, tapi nasi krawu. Nasi krawu adalah makanan khas Gresik yang terdiri dari nasi yang pulen, suwiran daging sapi, serundeng, dan sambal petis. Meski bukan menu andalan, menu rawon di depot ini tetap layak dicoba. Rawon di depot yang terletak di Jalan Veteran nomor 118, Gresik ini dimodifikasi sedemikian rupa hingga menggundang selera.

Depot Buk Tiban 2, yang buka mulai pukul 07.00 sampai 21.00,ini sebenarnya cabang dari warung Buk Tiban, warung milik Bu Tiban yang tak lain adalah ibu dari Halimahtus Sa’diah. Namun, warung Buk Tiban hanya menyediakan menu nasi krawu. Warungnya pun masih sederhana, tak seluas Depot Buk Tiban 2 yang muat untuk menampung 60-an orang.

Di Depot Buk Tiban 2, menu rawon ditambah dengan iga sapi tanpa menghilangkan potongan dadu daging sapi. Nama menunya rawon balungan, yang dalam bahasa Indonesia berarti rawon yang ditambahi dengan tulang.

Rawon balungan sebenarnya bukan modifikasi baru.Banyak rumah makan yang menyediakan menu yang sama. Bedanya, rawon balungan kreasi Halimah, panggilan akrab Halimatus Sa’diah, hanya menggunakan tulang bagian iga, bukan tulang yang lain. Iga pun dibiarkan dalam potongan besar, tidak dipotong keci-kecil seperti pada rawon balungan lain.

Inspirasi menambahkan balung iga dalam rawon Halimah dapat saat ia dan keluarga berlibur ke Makassar, Sulawesi Selatan. Lo, bagaimana ceritanya, habis jalan-jalan kok malah dapat ide modifikasi makanan?

“Di makasar ada makanan yang namanya sop konro bakar. Bentuknya mirip rawon, tapi isinya tulang iga. Saat makan itu, jadi inget rawon di Jawa. Jadi muncul deh ide buat campurin tulang iga di kuah rawon,” tutur wanita yang mulai membuat usaha kuliner mulai tahun 2010 ini.

Dalam sehari, Halimah bisa menghabiskan 70 kilogram balungan iga. Balungan sebanyak itu ia dapat dari penjual daging langganan yang juga menyuplai daging untuk nasi krawu. Halimah mentaksir, balungan sebanyak itu hanya cukup untuk 30-an porsi rawon.

Meski namanya balungan, tentu saja tak hanya putih tulang iga yang dicampurkan dalam rawon, tapi juga daging yang menempel dengan tulang itu. Masalahnya yang sering didapat saat memasak iga adalah jika masaknya terlalu lama, daging akan lepas dari tulang. Sebaliknya, apabila terlalu cepat, daging akan alot saat dicokot (digigit).

Untuk menyiasatinya, Halimah punya trik jitu. “Di (depot) sini, iga biasa dimasak sekitar setengah jam saja dengan api sedang,” katanya. Durasi tersebut cukup lama jika dibandingkan dengan durasi memasak daging yang akan dipotong dadu.

Perlakuan lain yang didapatkan sapi tapi tak berlaku untuk daging yang akan dibuat dadu yakni lemak daging pada iga tak boleh dilepas saat proses memasak. Lemak itu, kata Halimah, akan membuat kaldu air sisa rebusan terasa lebih nikmat. Lebih mantap saat dicampur dengan bumbu rawon.

Dari penampilannya, kuah rawon balungan buatan Halimah tak jauh berbeda dengan kuah rawon pada umumnya. Bumbu-bumbu dasar yang dipakai pun sama: keluwak, bawang putih, cabe merah, kunyit, serai, daun jeruk, laos, garam, dan merica. Hanya saja, Halimah sengaja menambah campuran cabai merah besar lebih banyak. Tujuannya, agar kuah tak terlalu hitam pekat. “Biar ada warna merahnya juga,” ujar anak Bu Tiban yang kedelapan ini.

Saat disantap, rawon balungan cukup menggugah selera. Gurih kuahnya terasa, aroma keluaknya cukup kuat, daging dadunya lumayan empuk, dan daging iganya pun mudah dilepas dari tulang—cukup pakai sendok dan garpu, tak perlu pakai tangan kosong.

Satu porsi rawon balungan disajikan bersama nasi yang terpisah, kecambah dan daun bawang yang juga sama-sama terpisah, serta sambal. Harganya Rp 27.000. Untuk minumnya, sebagai penawar rasa rawon yang kuat, kita bisa mengambil es sinom yang berada di dalam lemari pendingin. Hmmmm, enak lan segere

Depot Buk Tiban 2:

1. Jalan Veteran 118 Gresik
Telepon: 031-72666266

2. Jalan Praban 44 Surabaya
Telepon: 031-72666226

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Wisata Kuliner dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke IGA EMPUK KUAH RAWON BUK TIBAN 2

  1. ulin indonesia berkata:

    wah foto”nya mana nih mas,,,jadi penasaran…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s