GUNUNG RATU, BUKIT TEMPAT LAHIRNYA GAJAH MADA

Surya 2Gunung Ratu 5Siapa yang tak kenal dengan Gajah Mada, mahapatih Kerajaan Majapahit itu? Nama besar yang ia miliki membuatnya dikenang di seluruh penjuru nusantara. Maka jangan heran jika di banyak tempat di Indonesia terdapat dongeng tentang kelahiran patih yang terkenal dengan sumpah palapanya itu. Dongeng-dongeng tersebut tersebar dengan mudah karena belum adanya sejarah yang pasti tentang kelahiran sang patih.

Beberapa tempat di pulau Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, Sulawesi, bahkan Nusa Tenggara memiliki dongeng yang berbeda-beda. Ada yang menceritakan Gajah Mada sebenarnya putra kerajaan, ada juga yang berpendapat ia lahir dari orang tua biasa, bahkan versi lain menganggap Gajah Mada terlahir dari batu.

Di pulau Jawa, Lamongan merupakan salah satu kota yang memiliki dongeng tentang Gajah Mada. Di Desa Cancing, Kecamatan Ngimbang, di atas sebuah bukit bernama Gunung Ratu, ada sebuah makam yang diyakini oleh masyarakat sekitar sebagai makam Dewi Andong Sari, ibu dari Gajah Mada.

Dewi Andong Sari merupakan salah satu selir raja pertama Majapahit, Raden Wijaya. Ia dibuang dan akan dibunuh karena fitnah yang menyebut ia hamil dari hasil perselingkuhan.

Tak sampai dibunuh, Dewi Andong Sari hanya diasingkan di atas bukit di dalam hutan oleh prajurit kerajaan. Bukit inilah yang sekarang disebut Gunung Ratu.

Tak lama tinggal di sana, Dewi Andong Sari melahirkan seorang bayi laki-laki. Saat ia hendak turun dari bukit, Dewi Andong Sari menitipkan bayinya pada dua hewan peliharaan yang selama ini menemaninya, seekor kucing bernama condromowo dan seekor garangan (musang) putih.

Gunung Ratu 6Bunuh diri di Gunung Ratu

Dalam dongeng yang tidak bisa diuji kebenarannya ini, Dewi Andong Sari bunuh diri di Gunung Ratu. Ia merasa bersalah telah membunuh kucing condromowo dan musang putih.

Sebelumnya, dua hewan ini telah melawan seekor ular besar yang hendak memangsa bayi Dewi Andong Sari hingga mulut mereka berlumuran darah. Tapi, Dewi Andong Sari yang baru tiba dari mandi, justru mengira peliharaannya tersebut telah memakan si bayi. Padahal bayi tersebut masih hidup dan tersembunyi di balik dedaunan.

Jejaka dari Desa Modo

Ki Gede Sidowayah seorang pamong desa saat itu yang menemukan bayi Dewi Andong Sari. Ia juga yang mengubur jasad wanita cantik itu, juga kucing dan musang yang telah mati.

Bayi Dewi Andong Sari oleh Ki Gede Sidowayah dititipkan kepada adik perempuannya, Janda Wara Wuri di Modo. Di sanalah anak Dewi Andong Sari dijuluki Joko Modo (seorang jejaka yang berasal dari Modo). Ketika menginjak dewasa, Joko Modo dibawa Ki Gede Sidowayah ke Malang untuk  menjadi seorang prajurit Majapahit dan nantinya menjadi mahapatih dengan nama Gajah Mada.

Gunung Ratu 2Tak hanya versi Lamongan, nama Mada pada Gajah Mada oleh dongeng versi Bali yang tertulis dalam Teks Lontar Babat Gajah Maddha juga berasal dari desa yang bernama Maddha. Namun Desa Maddha yang dimaksud bukan Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan, melainkan Desa Maddha yang terletak di dekat Gunung Semeru.

Suasana 17-an

Jalan menuju ke Gunung Ratu sedikit terjal. Untuk sampai ke sana, Anda harus melewati jalan bercadas dan paving sejauh 3 km.

Setelah sampai pun, Anda harus siap menaiki 100-an lebih anak tangga yang menuju ke atas Gunung Ratu. Warga sekitar percaya jika seseorang menghitung anak tangga ini, jumlah yang didapat akan berbeda dengan orang lainnya. Mungkin ini terjadi karena kecenderungan seseorang yang terganggu konsentrasinya ketika menghitung sesuatu secara berulang-ulang.

Percaya atau tidak Anda boleh datang dan mencobanya. Seorang teman saya menghitung 170 anak tangga, sedangkan Pak Sulaiman mengaku pernah menghitung dan mendapati 168.

Gunung Ratu 3Setelah dipugar, kompleks makam Dewi Andong Sari terlihat rapi. Banyaknya pepohonan tidak membuat jalan setapak dan dua tempat semacam pendopo kecil untuk beristirahat pengunjung menjadi kotor. Terlihat sekali, kompleks makam yang tidak luas ini dirawat dengan baik. Kuburan kucing conrdomowo dan musang putih yang mencolok di atas tanah tepat di samping jalanan keramik juga terawat.

Suasana Indonesia sangat terasa di sini. Bendera merah-putih dilingkarkan di beberapa batang pohon besar, juga di atap dan dinding pendopo. Di salah satu pendopo juga terpampang dua gambar Bapak Prokamator, Bung Karno, lengkap dengan garuda lambang negara. Bangunan luarnya banyak yang bercat merah dan putih, mirip seperti suasana saat 17-an.

Makam Dewi Andong Sari sendiri terdapat di dalam bangunan sebelah utara menghadap ke selatan. Di dalam bangunan ini, makam Dewi Andong Sari dihiasi dengan payung-payung kuning khas kerajaan. Selain itu, dalam bangunan yang luasnya hanya sekitar 4×4 meter ini juga terdapat 5 batang pohon besar yang menembus hingga ke atas atap. Nampaknya sebelum dipugar, 5 pohon ini sudah berdiri tegak dan memang sengaja tidak ditebang.

Gunung Ratu 1Oh iya, di area kompleks makam ini ada peraturan unik. Tamu tidak boleh mengganggu tamu, dan tamu tidak boleh mencari tamu. Anda yang datang dengan niat baik-baik tidak perlu pusing memikirkannya. Karena usut punya usut, dua larangan ini dibuat atas keresahan warga oleh orang yang mengaku ‘dukun’ dan sering mengganggu pengunjung di makam Dewi Andong Sari. Ada-ada saja ya, hehehe…

Rute menuju ke mkam Dewi Andong Sari:

Dari pasar Babat menuju ke arah Jombang sekitar 21 km

Di depan Kantor Koramil Kecamatan Ngimbang ada pertigaan kecil menuju ke arah timur

Makam Dewi Andong Sari berada 3 km sebelah timur pertigaan tersebut.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Wisata Sejarah dan tag , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke GUNUNG RATU, BUKIT TEMPAT LAHIRNYA GAJAH MADA

  1. HANNAMANDORA berkata:

    KUNJUNGI RIMBAPOKER.COM KAMI SEDANG MENGADAKAN PROMO UNTUK MENYAMBUT TAHUN BARU. SILAKAN HUBUNGI LIVECHAT UNTUK KETERANGAN LEBIH LANJUT. TERIMA KASIH

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s